Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Indonesia

Perkembangan Inflasi Bulanan: Seri Analisis Makro Oktober 2023

Oktober 3, 2023

Jakarta, LPEM FEB UI – Perkembangan inflasi tahun ke tahun (YoY) pada bulan September 2023 senilai 2,08%. Tercatat mengalami penurunan sebesar -0,99% jika dibandingkan dengan inflasi tahunan pada bulan Agustus 2023. Hal ini menandakan penurunan dalam tingkat inflasi dalam 6 bulan terakhir, setelah mengalami kenaikan sebesar 0,19% pada bulan sebelumnya. Penurunan inflasi pada bulan ini juga mencatatkan rekor terendah dalam 12 bulan terakhir sejak bulan September tahun lalu.

Perkembangan inflasi YoY ini terjadi di seluruh sektor ekonomi, termasuk di antaranya sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang mencapai 0,06%. Hal ini menandai perubahan signifikan setelah 21 bulan berturut-turut dengan deflasi. Sementara lainnya, seperti sektor makanan, minuman, dan tembakau mencatatkan inflasi tertinggi pada bulan ini sebesar 4,17%, diikuti oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya (3,68%), serta bahan makanan (3,59%).

inflasi

Inflasi inti YoY mencapai 2,00% pada bulan September 2023, mengalami penurunan sebesar 0,18% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Inflasi harga yang diatur pemerintah juga mengalami penurunan, yakni sebesar 1,99% pada bulan September 2023, dibandingkan dengan 8,05% pada bulan Agustus 2023, atau penurunan sebesar -6,05%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh efek dasar dari kenaikan harga BBM subsidi pada bulan September 2022 yang telah berakhir, sehingga kontribusi bensin terhadap inflasi bulan September 2023 (YoY) berkurang.

Sementara itu, komponen harga bergejolak YoY kembali meningkat, mencapai 3,62% pada bulan September 2023, menunjukkan kenaikan sebesar 1,20% dibandingkan dengan bulan Agustus 2023. Peningkatan ini merupakan kelanjutan dari tren mean reversion yang dimulai sejak bulan Juli 2023. Peningkatan inflasi ini dipicu oleh lonjakan harga pada sektor dan komoditas makanan, minuman, dan tembakau, dengan beras dan daging sapi menjadi kontributor utama. Sementara itu, dalam kategori harga yang diatur pemerintah, bensin dan rokok kretek filter menjadi penyumbang inflasi pada bulan September 2023.  Kami memprediksi inflasi YoY pada bulan Oktober 2023 masih akan berada pada kisaran 2,0- 2,5%.

Analisis selengkapnya

Download (PDF, 538KB)

Klik di sini untuk seri analisis inflasi LPEM FEB UI sebelumnya.

Publikasi Terbaru

Inflasi Bulanan, Juli 2024 – Seri Analisa Makroekonomi

Juli 3, 2024

Analysis of Korean’s ODA Projects in Indonesia: Development Demands, Projects Performance, and Satisfaction

Juli 2, 2024

Kondisi Permintaan Tenaga Kerja Indonesia – Labor Market Brief, Juni 2024

Juni 30, 2024

Harga Biji Kopi Fluktuatif Usaha Roastery dan Coffee Shop Antisipatif – TRADE AND INDUSTRY BRIEF Juni, 2024

Juni 28, 2024

Publikasi Terkait

inflasi juli

Inflasi Bulanan, Juli 2024 – Seri Analisa Makroekonomi

Korea in Indonesia

Analysis of Korean’s ODA Projects in Indonesia: Development Demands, Projects Performance, and Satisfaction

tenaga kerja indonesia

Kondisi Permintaan Tenaga Kerja Indonesia – Labor Market Brief, Juni 2024