Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial – Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Indonesia

Pencarian
Tutup kotak telusur ini.

Direksi

Jumat 17 Januari 2014

Riatu Mariatul Qibthiyyah SE, MA., Ph.D.

Direktur

Foto Riatu -WEBRiatu Mariatul Qibthiyyah memperoleh gelar PhD di bidang Ekonomi dari Georgia State University (Atlanta, US) pada tahun 2008, Master of Arts dari Georgia State University pada tahun 2002, dan Bachelor of Arts in Economics dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEBUI) di 1999.

Riatu adalah pakar keuangan publik yang telah terlibat dalam berbagai penelitian dan proyek mengenai evaluasi dan pemantauan kebijakan, perancangan skema terkait fiskal, transfer antar pemerintah, dan penilaian dampak peraturan. Dia juga memiliki minat penelitian pada kebijakan terkait pendidikan tinggi. Saat ini beliau menjadi anggota TADF (Bantuan Teknis Desentralisasi Fiskal) di bawah Kementerian Keuangan.

Sebelum menjabat sebagai Associate Director Bidang Riset LPEM pada tahun 2014, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Program Sarjana Ekonomi di Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (2009-2013). Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur LPEM FEBUI sejak tahun 2015.

Kiki Verico, SE, MRI., Ph.D.

Direktur Asosiasi Penelitian

Kiki Verico memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (Ekonomi Moneter) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Magister Integrasi Ekonomi Regional program double-degree dari University of Malaya dan Universidad Autonoma de Madrid dan Ph.D. gelar dalam Studi Internasional (Ekonomi) dari Universitas Waseda di Tokyo. Beliau mulai bekerja di FEB UI pada tahun 1999 sebagai asisten pengajar dan setahun kemudian pada tahun 2000 bergabung dengan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial (LPEM FEB UI) sebagai asisten peneliti. Minat penelitiannya adalah perdagangan internasional, Penanaman Modal Asing (FDI), isu integrasi ekonomi regional, proses integrasi ekonomi ASEAN, perekonomian Asia Tenggara, dan kerjasama ekonomi multi negara yang menampilkan Indonesia.

Sebelum diangkat menjadi Wakil Direktur Riset LPEM FEB UI pada awal Januari 2016, beliau menjabat sebagai Kepala Divisi Perdagangan Internasional dan Riset Makroekonomi LPEM FEUI pada Agustus 2014 hingga Desember 2015. Kiki telah menerbitkan artikel akademis di peer-review jurnal seperti Jurnal Pertanian dan Pembangunan Asia (AJAD), Buletin Kajian Ekonomi Indonesia (BIES), Ekonomi dan Keuangan di Indonesia (EFI), dan Jurnal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (JECD). Ia menulis beberapa bab dalam buku mengenai hubungan ekonomi Indonesia – Australia dan kerjasama ekonomi Tiongkok – ASEAN (kasus Indonesia). Kiki menulis buku (sebagai penulis tunggal) tentang masa depan integrasi ekonomi ASEAN. Ia telah mempublikasikan opininya di berbagai media seperti Jakarta Post, Jakarta Globe, Indonesia Finance Hari Ini, Investor Daily, Media Indonesia, Seputar Indonesia, Majalah Gatra, Koran Tempo, Majalah Tempo, serta di blog publik bernama Percakapan dan blog universitas Proyek Indonesia dari ANU dan Hiduplah dari Universitas Adelaide.

Khoirunurrofik, S.Si, MA,MPM, Ph.D.

Direktur Madya Pendidikan dan Pelatihan

Khoirunurrofik memperoleh gelar Ph.D bidang Ekonomi Publik dari National Graduate Institute for Policy Studies- GRIPS (Tokyo, Jepang) pada tahun 2014. Beliau juga memperoleh gelar Master of Arts bidang Analisis Kebijakan dari GRIPS pada tahun 2011, Magister Kebijakan dan Manajemen Publik (MPM) dari Carnegie Mellon University-Kampus Australia pada tahun 2007, dan International Master in Regional Integration dari Asia Europe Institute, University of Malaya, Malaysia – University of Autonoma Madrid, Spanyol pada tahun 2004. Beliau bergabung dengan LPEM FEB UI pada tahun 1999 setelah meraih gelar Sarjana Statistika dari FMIPA, Institut Pertanian Bogor. Rofik menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak tahun 2000. Minat penelitiannya adalah Keuangan Publik dan Desentralisasi Fiskal, Ekonomi Perkotaan dan Regional dengan fokus pada aglomerasi dan produktivitas industri, serta Ekonometrika Terapan dan Spasial. Sebelum menjabat sebagai Direktur Madya Pendidikan dan Pelatihan, beliau menjabat sebagai Kepala Kelompok Kajian Keuangan Publik dan Kebijakan Publik LPEM.

Selama berkarir di LPEM, beliau telah banyak memimpin proyek seperti Institutional Capacity Assessment on Nutrition in Indonesia (UNICEF), Feasibility Study of Sovereign Wealth Fund (SWF) in Indonesia (UNDP), Study on Life Insurance Tax (AAJI). ), Pembangunan Ekonomi Hijau (IDH) Aceh Timur, dan Konektivitas Maritim di Asia Tenggara: Peran dan Tantangan Menuju Integrasi (ERIA), dan Skema Pendanaan Ideal untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia yang berpartisipasi dalam Pengelolaan Kepentingan Migas (SKK Migas). Makalah akademisnya telah diterbitkan di beberapa jurnal peer-review, termasuk Jurnal Sains Regional Asia Pasifik, Jurnal Internasional Usaha Kecil dan Menengah dan Keberlanjutan Bisnis, Jurnal Ekonomi Terapan Indonesia, dan Jurnal Kebijakan Ekonomi.

Christine Tjen, SE, Ak., M.Int.Tax, CA.

Associate Director Administrasi dan Keuangan

Christine_1Christine adalah dosen di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Beliau memperoleh gelar Magister Perpajakan Internasional dari University of Sydney (NSW, Australia) pada tahun 2006, dan Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada tahun 2000 dengan gelar cum Laude predikat. Sebelum menjadi dosen di Universitas Indonesia, ia bergabung dengan KPMG Jakarta di Divisi Konsultasi Pajak.

Christine merupakan pakar perpajakan yang pernah terlibat dalam beberapa proyek penelitian dan pelatihan terkait Perpajakan Indonesia. Beliau juga aktif terlibat dalam Kompartemen Akuntan Pajak Institut Akuntan Indonesia (IAI). Pada tanggal 5 Januari 2015, beliau resmi diangkat menjadi Direktur Madya Bidang Administrasi dan Keuangan LPEM-FEBUI.

 

Posting Terakhir

Seri Analisis Makroekonomi: Inflasi Bulanan, April 2024

Kamis 4 April 2024

SINGKAT PASAR TENAGA KERJA: Volume 5, Nomor 3, Maret 2024

Jumat 29 Maret 2024

Dampak COVID-19 terhadap Jumlah Pemilih pada Pilkada 2020 di Indonesia: Apakah Pemilih Peduli Risiko Kesehatan?

Kamis 21 Maret 2024

Seri Analisis Makroekonomi: Rapat Dewan Gubernur BI, Maret 2024

Rabu 20 Maret 2024

Posting terkait

Terjemahkan »