Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial – Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Indonesia

Pencarian
Tutup kotak telusur ini.

Karakteristik Pemimpin di Indonesia: Apa Kata Datanya?

Jumat 31 Maret 2023

Penulis : Albert Ludi Angkawibawa, Jahen F. Rezki

Ringkasan Eksekutif

Kualitas pemimpin merupakan bagian penting dari pertumbuhan ekonomi dan pembuatan kebijakan. Meskipun demikian, dalam banyak kasus, informasi tentang kualitas dan karakteristik pemimpin masih terbatas. Penelitian ini menyelidiki dan memberikan informasi baru tentang karakteristik kepemimpinan di Indonesia. Kami mengumpulkan kumpulan data baru dari riwayat hidup para pemimpin daerah (misalnya walikota, wakil walikota, bupati, dan wakil bupati) di kabupaten-kabupaten di Indonesia untuk memahami para pemimpin di lingkungan politik Indonesia. Kami menemukan bahwa sebagian besar pemimpin daerah di Indonesia adalah laki-laki, berpendidikan tinggi, berpengalaman, dan berpengalaman di bidang birokrasi. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa sistem politik Indonesia masih didominasi oleh kelompok tertentu dan eksklusif untuk kelompok tertentu. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa sejak negara ini bertransisi menjadi negara demokratis pada tahun 1998, kualitas pemimpin terpilih di Indonesia telah meningkat. Meskipun demikian, masih belum jelas apakah karakteristik ini menghasilkan pilihan kebijakan yang lebih baik.

Unduh (PDF, 1.59MB)

Posting Terakhir

Seri Analisis Makroekonomi: Inflasi Bulanan, April 2024

Kamis 4 April 2024

SINGKAT PASAR TENAGA KERJA: Volume 5, Nomor 3, Maret 2024

Jumat 29 Maret 2024

Dampak COVID-19 terhadap Jumlah Pemilih pada Pilkada 2020 di Indonesia: Apakah Pemilih Peduli Risiko Kesehatan?

Kamis 21 Maret 2024

Seri Analisis Makroekonomi: Rapat Dewan Gubernur BI, Maret 2024

Rabu 20 Maret 2024

Posting terkait

inflasi bulan April

Kamis 4 April 2024

Seri Analisis Makroekonomi: Inflasi Bulanan, April 2024

SINGKAT PASAR TENAGA KERJA: Volume 5, Nomor 3, Maret 2024

COVID-19 pada Pemilih

Kamis 21 Maret 2024

Dampak COVID-19 terhadap Jumlah Pemilih pada Pilkada 2020 di Indonesia: Apakah Pemilih Peduli Risiko Kesehatan?

Terjemahkan »