Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Indonesia

Kebutuhan Pelatihan untuk Pekerja Migran Indonesia (Labor Market Brief, Feb 2024)

Jumat Maret 29th, 2024

Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak diragukan lagi memberikan kontribusi bagi sosial ekonomi Indonesia. Tidak hanya dari remitansi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan, kondisi pendidikan dan kesehatan keluarga, maupun adanya pertukaran budaya. Oleh karena itu, penempatan PMI membutuhkan Langkah strategis terutama dengan menyesuaikan kebutuhan dari negara tujuan. Identifikasi peningkatan kapasitas menjadi penting dilakukan untuk memperoleh gambaran kebutuhan tersebut.

Pekerja migran berperan signifikan dalam ekonomi global, khususnya di negara-negara berkembang. Mereka menyumbangkan tenaga kerja di berbagai bidang seperti kesehatan, konstruksi, perhotelan, dan pertanian, yang memajukan produktivitas karena kemampuan dan keahlian tertentu yang mereka miliki. Hal ini turut meningkatkan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi di negara tempat mereka bekerja, seperti melalui pembayaran pajak dan peningkatan permintaan terhadap barang dan jasa. Di sisi lain, pekerja migran juga memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian negara asal mereka, salah satunya melalui remitansi yang dikirimkan kembali ke negara asal. Indonesia telah mengalami peningkatan penerimaan remitansi sejak tahun 2016, dengan pengecualian pada masa pandemi COVID 19 sejak tahun 2020. Indonesia juga tercatat termasuk dalam 20 negara penerima remitansi tertinggi pada tahun 2019-2020, menempati peringkat ke-17 dari 177 negara (ILO, 2022).

Pekerja migran juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan. Mereka berperan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan standar hidup. Pekerja migran dengan pendapatan stabil dapat memudahkan akses keluarga mereka terhadap modal dan kredit untuk berwirausaha. Keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesempatan untuk tidak bekerja sementara waktu hingga menemukan pekerjaan yang sesuai, berkat remitansi yang dapat memenuhi kebutuhan dasar.

Pengeluaran untuk pendidikan anak di keluarga yang ditinggalkan pun meningkat, mendorong penurunan angka kerja anak. Pekerja migran yang kembali ke negara asal juga memberikan dampak positif pada kondisi ekonomi dan sosial negara asal mereka. Mereka membawa serta pertukaran budaya dan pengetahuan, serta mendorong perubahan politik dan sosial. Peningkatan pendapatan dari remitansi membantu mengurangi kemiskinan dan memajukan pembangunan ekonomi di daerah asal. Model pembangunan berbasis pengiriman uang pun semakin penting untuk menjaga stabilitas sosial ekonomi. Pekerja migran yang kembali kebanyakan menunjukkan peningkatan kesehatan dan pendidikan, serta mendorong keluarga mereka untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan.

Baca selengkapnya:

Download (PDF, 1.01MB)

Recent Post

Mengatasi Penurunan Tanah dan Krisis Air di Jakarta – Environmental Policy Update Volume 1 No. 3.

Kamis Mei 16th, 2024

Ilusi Pertumbuhan yang Stabil: Indonesia Economic Outlook Q2-2024

Selasa Mei 7th, 2024

Seri Analisa Makroekonomi: Inflasi Bulanan, Mei 2024

Selasa Mei 7th, 2024

Tantangan Produktivitas Pekerja Indonesia (Labour Market Brief, April 2024)

Selasa April 30th, 2024

Related Post

penurunan tanah

Kamis Mei 16th, 2024

Mengatasi Penurunan Tanah dan Krisis Air di Jakarta – Environmental Policy Update Volume 1 No. 3.

Selasa Mei 7th, 2024

Ilusi Pertumbuhan yang Stabil: Indonesia Economic Outlook Q2-2024

Selasa Mei 7th, 2024

Seri Analisa Makroekonomi: Inflasi Bulanan, Mei 2024